Hubungan Ranjang Tak Mesti Harus Selalu Penetrasi Ke Vagina


Blog Kesehatan Kita,- Bentuk hubungan intim yg dilakukan suami istri ternyata tidak melulu mesti berupa penetrasi penis pada vagina. Pasalnya, buat mendapat kepuasan seksual guna menambah kepercayaan, keintiman, & rasa cinta kepada pasangan, pasutri pun sanggup melaksanakan 'outercourse' atau kerap pula dinamakan 'seks di luar'.

Pakar sex Ian Kerner PhD menyampaikan, outercourse yaitu istilah umum buat seluruh aktivitas sex non-penetratif. Kegiatan berciuman, memeluk, berkata erotis, memakai seks toys, memijat, sex oral, bahkan masturbasi termasuk juga dalam outercourse.

"Secara sederhana, hal-hal yg Kamu melakukan disaat foreplay pula termasuk juga dalam outercourse. Foreplay adalah pokok permainan Kamu di ranjang & tidak dengan itu, Kamu tak sanggup menikmati permainan," ujar Kerner seperti dikutip dari Sydney Morning Herald kepada Kamis (5/11/2015).

Lebih-lebih, tidak sedikit penelitian menunjukkan seputar 80 % perempuan tak mendapat orgasme cuma dari jalinan sex penetrasi vagina saja. Buat itu, laki-laki butuh melaksanakan clitorate atau foreplay yg melibatkan klitoris. Dikarenakan, dikatakan Kerner, klitoris yaitu pusat kemampuan orgasme perempuan & foreplay merupakan coreplay yg harus dilakukan laki-laki.

Kerner menekankan, laki-laki butuh mendalami pentingnya foreplay. Tidak seperti laki laki yg mampu terangsang gairahnya cuma bersama rangsangan visual, perempuan perlu kala lebih lama bersama bermacam stimulasi utk membangkitkan gairah bercintanya. Sampel sederhananya merupakan waktu berciuman, badan dapat membuahkan hormon oksitosin yg dapat memperbaiki suasana hati.

Wujud lain outercourse adalah stimulasi payudara, baik memanfaatkan mulut, tangan, maupun penis. Sedangkan fingering adalah menyentuh klitoris, vulva, & dinding vagina pula mampu berikan perempuan orgasme yg kuat. Bagi laki laki, outercourse mampu berupa sex oral. Meski, Kerner mengingatkan sekian banyak laki laki ada yg tak gemar mendapat sex oral.

"Pria dapat merasa sex oral atau sentuhan tangan kepada penisnya terlampaui kasar, atau benar-benar mereka tak menyukai penisnya disentuh. Itu sebabnya komunikasi yg baik di antara pasangan amat sangat utama," ucap Kerner.

Bersama outercourse, diinginkan pasangan suami istri mampu menikmati sensasi kegiatan di ranjang tidak dengan tekanan. Bila kemudian pasutri mau menambahkan ke sesi intercourse atau penetrasi vagina, menurut Kerner itu tak masalah. Bahkan apabila pasutri telah merasa puas & gemar bersama outercourse yg dilakukan, menurut Kerner itu sah-sah saja.

Artikel Terkait

1 comment:

search